
Beberapa waktu lalu, saya membaca buku Berani Kaya Berani Taqwa karya Anif Sirsaeba. Didalamnya terdapat 15 cara menambah pundi-pundi kekayaan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah yang diambil dari buku karya Abu Ammaar Yasir Qadhi.
Dari situ saya mengambil ide tulisan 10 cara kaya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist, dan memutuskan untuk mempostingnya mumpung masih suasana Idul adha, karena salah satu esensi idul adha adalah kita sebagai muslim dituntut untuk menjadi orang yang mampu (harta) sebagai syarat ibadah yang di tunaikan pada bulan Dzulhijah yaitu Ibadah haji dan Berqurban.
Adapun 10 cara kaya berdasarkan Al-qur’an dan Hadist antara lain:
1. Bertaqwa (Al-qur’an surat Ath-Thalaaq [65]: 2-3 )
“…Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”, ayat 3 “Dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Taqwa menurut para ulama: Menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh.
2. Taubat (QS. Nuh[71]: 10-12)
“Maka aku katakan pada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”"
3. Tawakal (Ath-Thalaaq [65]: 3)
“…Dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan keperluan(nya)”
Menurut para ulama, Tawaqal adalah Menyerahkan semua ketentuan kepada Alloh, setelah segala usaha atau ikhtiar telah kita lakukan.
4. Bersyukur (QS. Ibrahim[14]: 7)
“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. ”
5. Berhijrah karena Alloh
“Barangsiapa berhijrah dijalan Alloh, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak.” (QS. An Nisa[4]: 100)
6. Membina Silaturahim
“Pelajarilah (yang cukup) silsilahmu agar kamu bisa membina tali silaturahim, karena membina tali silaturahim menambah jalinan kasih sayang diantara keluarga-keluarga, memperbanyak kekayaan, dan memperpanjang umur.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)
7. Menginfaqkan Harta
“Dari Abu Hurairah RA, Rosululloh SAW bersabda, :”Alloh telah berfirman: wahai anak adam! Infaqkanlah hartamu. Aku akan menambah hartamu.”
8. Menikah
“Dan menikahlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Alloh Maha luas (pemberianNya) lagi maha mengetahui” (QS. An Nuur : 32)
9. Akhirat sebagai tujuan utama
“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai seluruh tujuan dari tujuan-tujuannya, maka Alloh akan mencukupi duniawinya. Dan barangsiapa yang memperbanyak tujuan-tujuannyautnuk dunia, maka Alloh tidak peduli di lembah mana ia akan dibinasakan.”(HR Ibnu Majjah dan Al-Hakim)
10. Berdo’a dan Berusaha
Ayat tentang berdo’a:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…”(QS. Al Mu’min[40]: 60)
Ayat tentang Berusaha (ikhtiar):
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”(QS. Al Jumu’ah[62]: 10)
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar Ra’d[13]: 11)
Telah banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan mutiara hadist yang menjelaskan tentang penting nya berdo’a dan berikhtiar atau berusaha, karena seperti ayat tadi Alloh tidak akan mengubah keadaan seseorang, jika orang itu tidak merubah dirinya sendiri.
Dari ayat-ayat tadi kita bisa lihat bahwa Alloh telah memberikan rahasia (The Secret) bagaimana mendapatkan rizki yang berlimpah dan berkah. Jadi saatnya kita kembali kepada Al-Qur’an dan Hadist, karena semua rahasia kehidupan tampaknya sudah Alloh tuliskan melalui Al-Qur’an dan Al Hadist. Wallohualam
Mudah-mudahan bermanfaat!
Popularity: 72% [?]
Digg it
Bookmark it
Stumble it
Subscribe Via RSS
If you would like to make a comment, please fill out the form below.
seneng banget bacanya. n bermanfaat banget nih. salam kenal
Assalamu’alækum. Yg point 8 (Menikah) dasarnya dari mana neh? Al Qur’an/Hadist/pendapat pribadi?
Tlong d cantumkan dong. Thx
Dari Al-Qur’an mas, sudah saya cantumkan af1 kelewat. Thanks infonya
bagus banget!!
izin copas di MP ane yah…
jazakallah in advance
Coba baca blogku juga ya..
maaf dalam penulisan Nama Allah yang tepat adalah Allah bukan Alloh .. maaf sebelumnya
Umat agama lain juga ada yang suka menggunakan kata Allah –> http://www.eramuslim.com/berita/dunia/malaysia-batalkan-ijin-penggunaan-kata-allah.htm
Penggunaan kata Alloh hanya untuk membedakan saja kita dengan mereka. Memang idealnya Alloh SWT atau Allah SWT, supaya jelas sekali perbedaan kita dengan mereka. Tapi saya fikir yang penting esensinya. Syukron Mas Hamzah sudah mengingatkan.
Itu hanya sebuah tulisan alphabetics, paling tidak niat pengucapannya sama, dan kalo ditanya apakah tulisan arabnya begini? dia jwb sama juga, berarti ya sama lah…
subbhanallah, mungkin ini pembelajaran atas diriku yang diberikan Allah SWT, setelah membacanya terasa kurang diri ini atas nikmat yang diberika NYA ,semangat terus untuk memberikan pembelajaran seperti ini….
That’s very good. Make me feel better after read it. I will do that.
Thanks Bro
thanks semoga barokah sampai pada kita dibulan ramadhan ini.
I love u because Alloh SWT, terima kasih saudaraku Asep Solihin, Anif Sirsaeba, & Abu Ammaar Yasir Qadhi.
Tulisan yang sangat bermanfaat.
Terima kasih, pak Asep Solihin, atas paparannya, namun mohon maaf, mungkin lebih afdol jika ditambah dengan paparan langkah-langkahnya menuju sukses/kaya, misalnya info bisnis. untuk itu coba deh masuk ke http//www.rahasiawebsitepemula.com/?id=ramdan_i thanks
Sangat Inspiratif..
Mampir juga yach ke Twitter Ala Indonesia..
Thx..
Masih bingung nih……, apa yang membedakannya dengan orang-orang kafir, mereka bisa mendapatkan harta yang berlimpah, tanpa melakukan sebagian besar di atas.
Itulah sifat Maha Rahman Alloh, mengasihi seluruh hamba tanpa kecuali. Tapi kekayaan berlimpah orang kafir belum tentu memberikan kebahagian kepada mereka didunia, apalagi di akhirat. Selain itu kekayaan mereka merupakan fitnah (cobaan) bagi kaum muslim, karena keimanan lebih mulia dibanding kekayaan. Sorry, jika jawaban kurang berkenan, maklum sy msh awam, sy cuma share dr buku yg sy baca. Wallohualam
“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah jahannam dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya“. (QS. Ali Imron: 196-197)
Luar biasa!!! Makasih banyak dah bagi-bagi ilmu nya, Sangat bermanfaat…. Semoga Allah swt membalas amal baik saudara…
Mohon ijin untuk copas, bolehkan ???
silakan, asal sumber nya (buku dan blog saya) ditulis
yupz benr banget tapi seringkali jauh dari syukur dan sedekah
asalmualikumm..mas tolong send siraman rohani ke email saya klo bisa soalnya say mau mendalami islam lebih baik lagi,,maksih y mas sebelumnya..
Terus bersyukur dalam semua keadaan dan slalu berkhusnudzon pada Allah Insya Allah menambah keoptimisan diri kita.
Yang mencari Akhirat insyaAllah denianya ngikut, tp yang nyari dunia, Akhirat dah pasti lupa.
ibarat nanem padi, rumput ikut tumbuh.. coba nanem rumput, padi ga ikut tumbuh kan?